Pencak silat merupakan budaya bangsa indonesia yang harus di lestarikan, di gresik ada pencak silat yang khas karena pemain pencak silat ini memakai topeng macan dan ada yang memakai topeng kera bahkan godoruwo.

kesenian pencak silat macan ini menjadi salah satu pengiring arak-arakan pengantin masyarakat Kelurahan Lumpur dan Kroman, Kecamatan Kota Gresik Jawa Timur. Tradisi ini merupakan budaya warisan leluhur yang berusia ratusan tahun. “Pertama kali dikenalkan dan dilestarikan Mbah Sindujoyo,” ujar Hendrik U.Mardiluhung, seniman Gresik.



Pada dasarnya tradisi pencak macan secara filosofisnya mempunyai arti sebagai pengingat tentang lika-liku serta konflik perjalanan yang akan dihadapi pasangan pengantin sebagai suami istri dalam menjalani bahterah rumah tangga.

Setidaknya hal itu tergambar dalam peran fisik macan, gendoruwo, monyet dan seorang ulama. Sebagai penghias filosofinya diikutkan pembawa ketopang (kembang mayang seperti dalam ondel-ondel betawi), payung, pontang lima (seperti gadis bali membawa sesaji dalam piring), pembaca sholawat serta pembawa karbit atau obor.

Simbol yang diperankan dalam karakter Macan, merupakan lambang seorang laki-laki yang perkasa yang mempunyai sifat keras seperti macan. Namun, memiliki sikap dan rasa tanggungjawab yang tinggi. Monyet sendiri menggambarkan, seorang perempuan yang lincah, walaupun cerewet, bawel dan suka aneh-aneh. Namun, iya mempunyai sikap yang rajin dalam mengurus rumah tangga.

Sedangkan gendoruwo melambangkan sebuah sifat haus dan nafsu (setan, red) yang artinya dalam perjalanan mengarungi bahtera rumah tangga tidak luput dari perselisihan atau konflik. Hal itu dipicu hawa nafsu akibat godaan setan. “Seni ini menjadi tradisi arak-arakan pengantin tradisional masyarakat pesisir Lumpur dan Kroman,” kata Kris Adji AW, pemerhati budaya Gresik yang juga seniman lukis tersebut.

Seni pencak macan, merupakan seni khas warga pesisir utara pulau jawa, dengan segala filosofisnya, yang melambangkan perjalanan manusia dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

seni ini, diperankan tiga sosok, dengan tiga karakter yang berbeda, diantaranya macan, melambangkan seorang suami, dengan semangat pantang menyerah. Monyet, melambangkan, seorang isteri, dengan cita-cita yang luhur, untuk mewujudkan keluarga yang sakinah. dan sosok gondoruwo, atau hantu, melambangkan antara murka, yang akan menggoda perjalanan anak manusia dalam mengarungi bahtera rumah tangganya.

Namun sayang kesenian ini tergeser oleh zaman yang serba modern . semoga ada penerus budaya asli indonesia , agar aset budaya lewat kesenian tidak di tulis di buku sejarah. tapi harus tahu akan gerak-gerak olah raga, seni , filosofi , hiburan yang terdapat pada pencak silat macan ini. amiin


Eson Gresik. Ngawur ( Ngeblog Jawa Timur ). Diberdayakan oleh Blogger.