Maulana Malik Ibrahim, atau Makdum Ibrahim As-Samarkandy diperkirakan lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada paruh awal abad 14. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi, mengikuti pengucapan lidah Jawa terhadap As-Samarkandy, berubah menjadi Asmarakandi

Maulana Malik Ibrahim kadang juga disebut sebagai Syekh Magribi. Sebagian rakyat malah menyebutnya Kakek Bantal. Ia bersaudara dengan Maulana Ishak, ulama terkenal di Samudra Pasai, sekaligus ayah dari Sunan Giri (Raden Paku). Ibrahim dan Ishak adalah anak dari seorang ulama Persia, bernama Maulana Jumadil Kubro, yang menetap di Samarkand. Maulana Jumadil Kubro diyakini sebagai keturunan ke-10 dari Syayidina Husein, cucu Nabi Muhammad saw.


kedatangan Maulana Malik Ibrahim disertai beberapa orang. Daerah yang ditujunya pertama kali yakni desa Sembalo, daerah yang masih berada dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Desa Sembalo sekarang, adalah daerah Leran kecamatan Manyar, 9 kilometer utara kota Gresik.
Aktivitas pertama yang dilakukannya ketika itu adalah berdagang dengan cara membuka warung. Warung itu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga murah.

Jadi kegiatan membuka warung rakyat di gresik di pelopori oleh syekh Maulana Malik Ibrahim. Termasuk usaha yang di rintis sejak jaman dulu , membuka usaha dengan media  warung namun yang gaya islam , tidak seperti jaman sebelum wali warung di gunakan untuk memimun minuman keras , bermain judi sekaligus bermain wanita.

Kegiatan di warung bisa menjadi sarana syiar islam dengan cara yang mengena pada aspek masyarakat paling bawa, segala macam masalah masyarakat gresik yang mendasar keluar dari dalam warung mulai dari masalah ekonomi hingga kritik terhadap pemerintah.


Eson Gresik. Ngawur ( Ngeblog Jawa Timur ). Diberdayakan oleh Blogger.