Merupakan salah satu rangkaian acara "Temu Pusaka Indonesia 2012" yang dihelat Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) atau "Indonesian Heritage Trust". sebelum melakukan Gresik Heritage Trail di gresik kota lama, para pelaku acara di sambut oleh bupati gresik di gedung Putri Mijil Gresik, Kompleks Pendopo Bupati Gresik.

BPPI dan MATA SEGER

Kegiataan Temu Pusaka Indonesia 2012 di  gresik , Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) atau "Indonesian Heritage Trust"  mengajak MATA SEGER ( Masyarakat Pencinta Sejarah Dan Budaya Gresik ) selaku mitra.

Jelajah sejarah gresik selain mengunjugi gedung - gedung tua bersejarah dengan berjalan kaki mereka menuju objek wisata sejarah yang letaknya berdekatan, diantara gedung itu ada Gedung Dewan Perwakil Rakyat Kabupaten Gresik dan Rumah Dinas Wakil Bupati Gresik para tamu di hibur oleh kesenian pencak macam khas desa lumpur kecamatan gresik.


Mereka ketika berkeliling di wilayah gresik kota lama dipandu oleh pemandu dari paguyuban cak & yuk gresik yang mengunakan pakaian tradisional khas gresik. selain peserta umum dan tamu undangan dari komunitas mitra BPPI yang berasal dari seluruh indonesia hadir pula wisata mancanegara dari jerman.

Selain di sungguhi bangunan - bangunan kuno ketika sampai di tempat tujuan utama yakni kampung kemasan sebuah gang sepanjang sekitar 200 meter di kawasan yang dikenal dengan nama Pakelingan, Kecamatan Gresik. Lokasi ini pada abad ke-19 M menjadi pemukiman orang-orang Eropa dan kaum pribumi yang cukup mapan dari segi ekonomi.


Deretan penjual kuliner dan sovernir khas gresik berada sekitar pintu masuk dan didalam kampung kemasan , para tamu yang hadir terlihat senang hingga mengabadikan momen   dalam sebuah gambar dengan kamera selain itu mereka juga membeli produk hingga pedagang kewalahan melayani pembeli.

Makanan siang di rumah pak noed salah satu tokoh MATA SEGER ( Masyarakat Pencinta Sejarah Dan Budaya Gresik ) yang terletak di dalam kampung kampung kemasan, di situ pasti ada lauk ikan bandeng, ikan jenis air payau selain gurih juga ini menjadi nama kegiataan pasaran di akhir bulan ramadhan juga ada hiburan musik harmonika oleh Amang Genggong "Sang Master Harmonika Indonesia".



Malam harinya untuk memeriahkan Gresik Heritage Trail di depan mulut gang kampung kemasan, masyarakat gresik di hiburan keseniaan lokal gresik yakni membaca teks kuno atau orang lebih mengenal dengan mocopat, malam itu  wak mat kauli salah satu seniman mocopat gresik mengulas kisah sunan giri didalam  Serat Ceenthini.


Semoga kegiataan ini bermanfaat untuk melestarikan hal - hal yang sudah ada lama di kota gresik. selain itu juga dapat membangkitkan semangat generasi muda gresik untuk menghargai dan melestarikan budaya dan sejarah kotanya di tengah kebebasan berekspesi  di masa modern.



foto oleh : Yossi Rosa Adha dan tim


Eson Gresik. Ngawur ( Ngeblog Jawa Timur ). Diberdayakan oleh Blogger.